Dilihat: 1316 Penulis: Editor Situs Waktu Publikasi: 06-02-2023 Asal: Lokasi
① Ketiga warna primer (kuning, merah, biru) pencocokan warna mempunyai ciri-ciri yang sama dan serupa
Misalnya: gunakan tiga warna primer bersuhu rendah atau tiga warna primer bersuhu sedang atau tiga warna primer bersuhu tinggi, dan yang lebih penting, jika Anda mewarnai kain high-wash, Anda harus memilih satu set lengkap pewarna high-wash, seperti seri PUD, seri HXF, dan seri HWF yang ada di pasaran. Namun kita harus ingat untuk menggabungkan pewarna konvensional dan pewarna high-wash untuk warna atau biaya. Jika giok merah S-5BL biasa ditambahkan ke PUD hitam high-wash, maka setelah n kali pencucian, kain akan menjadi semakin biru-kuning, karena warna merahnya hilang. Prinsip yang sama berlaku untuk pewarna yang terkena sinar matahari tinggi, beberapa kain hitam pekat menjadi kuning dan biru setelah terkena sinar matahari, dan tahan luntur cahaya merah buruk, dan seterusnya. Oleh karena itu, kita harus jeli dalam memilih pewarna yang banyak diminati.
②Biaya pewarna terendah berdasarkan pemenuhan kebutuhan pelanggan
③Jumlah bahan yang dipilih harus sesedikit mungkin, dan 4 jenis pewarna tidak boleh digunakan sebanyak mungkin
④Mudah untuk pencocokan warna bengkel
⑤Mudah untuk menstabilkan kualitas bengkel
Pertama-tama buatlah sampel kecil di laboratorium untuk mengetahui kestabilan kompatibilitas pewarna. Ubah konsentrasi resep, suhu pencelupan, waktu pencelupan, dan nilai pH larutan pewarna untuk membandingkan kesesuaian kombinasi pewarna.
Misalnya, untuk membuat warna coklat tua yang sangat sensitif, gunakan (gabungan merah-167#, oranye-30#, biru-79#). Coklat adalah warna yang sangat sensitif. Jika pemilihan dan kesesuaian bahan tidak teratur, hal ini akan dengan mudah menyebabkan cahaya warna tidak stabil atau kemungkinan besar mekarnya warna. Jika: Ubah Lan-79# menjadi Lan-165# atau Lan-183# untuk mengejanya, bisa dibilang juga, tetapi harus diperhatikan bahwa warna sensitif dengan bahan utama terner dalam dipadukan dengan pewarna terner sedang. Akan ada perbedaan besar dalam stabilitas warna atau tingkat pewarnaan. Oleh karena itu, pemilihan bahan dan kesesuaian suatu warna sangatlah penting.
3. Pemilihan bahan:
① Gunakan ternary terang (tipe E) untuk warna terang (ada dua set yang lebih matang di pasaran: seri AC-E kuning merah biru, dan E-12GFL kuning, 3B merah atau merah FB, 2BLN biru)
② Terner sedang (tipe SE) untuk warna sedang (seperti kuning-211#, biru-183#, merah-73#)
③Terner dalam (tipe S atau tipe H) untuk warna gelap (oranye-30#, merah-167#, biru-79¥, dll.)
④ Pada prinsipnya, tipe E tidak boleh digabungkan dengan tipe S
⑤Usahakan untuk tidak menggunakan warna sekunder (seperti oranye, abu-abu, hijau, ungu) untuk pencocokan warna
Jika Anda ingin mengetahui lebih banyak tentang solusi pewarnaan, silakan hubungi: info@tiankunchemical.com