Pakar industri zat warna

ITMA AISA 2024
Rumah » Informasi » Ensiklopedia Industri » Fiksasi Panas: Proses Utama dalam Pencelupan Poliester

Fiksasi Panas: Proses Utama dalam Pencelupan Poliester

Dilihat: 12     Penulis: Editor Situs Waktu Publikasi: 27-08-2025 Asal: Lokasi

Menanyakan

tombol berbagi facebook
tombol berbagi twitter
tombol berbagi baris
tombol berbagi WeChat
tombol berbagi tertaut
tombol berbagi pinterest
tombol berbagi whatsapp
bagikan tombol berbagi ini

Fiksasi Panas: Proses Utama dalam Pencelupan Poliester

Pewarna dispersi sangat hidrofobik dan memiliki kelarutan dalam air yang sangat rendah. Fiksasi panas adalah langkah kunci untuk memastikan bahan tersebut diwarnai dengan kuat pada serat poliester hidrofobik serupa. Fiksasi panas adalah proses inti untuk memberikan warna cerah dan ketahanan luntur yang sangat baik pada kain poliester.

I. Apa itu Fiksasi Panas?

Fiksasi panas melibatkan penggunaan suhu tinggi untuk menyebarkan dan menembus pewarna dispersi yang teradsorpsi pada permukaan serat poliester ke dalam bagian dalam serat, sehingga menghasilkan proses pewarnaan yang tahan lama. Tanpa langkah ini, pewarna hanya akan mengapung di permukaan, menunjukkan ketahanan luntur warna yang sangat buruk dan tidak memiliki nilai praktis.

II. Metode Fiksasi Panas Utama

Metode Suhu Tinggi dan Tekanan Tinggi

Prinsip: Dalam mesin pencelupan bertekanan tinggi yang disegel (seperti mesin pencelupan luapan bersuhu tinggi dan bertekanan tinggi), tercipta lingkungan pencelupan dengan suhu melebihi 125-135°C dan tekanan tinggi. Suhu tinggi ini mengintensifkan gerakan rantai molekul serat poliester, secara instan memperluas daerah amorf di dalam serat dan menciptakan “kekosongan” yang lebih banyak dan lebih besar. Pada saat yang sama, molekul pewarna memperoleh energi yang signifikan, meningkatkan energi kinetiknya, memungkinkan molekul pewarna berdifusi melalui celah-celah ini dari permukaan serat dan menjadi terfiksasi di dalam serat.

Fitur: Warna cerah, tingkat pewarnaan yang sangat baik, rasa lembut, dan permeabilitas tinggi. Metode ini adalah metode pewarnaan yang paling umum digunakan dan paling mapan untuk kain rajutan dan tenun.

Metode Pelelehan Panas

Prinsip: Ini adalah proses pewarnaan pad yang berkelanjutan. Kain terlebih dahulu diberi larutan pewarna lalu dipanggang pada suhu tinggi 180-220°C dalam waktu singkat (biasanya 60-90 detik). Suhu ultra-tinggi seketika ini dengan cepat melelehkan permukaan serat, memungkinkan pewarna 'meleleh' atau 'berdifusi' langsung ke dalam serat, sehingga menyelesaikan fiksasi warna.

Fitur: Efisiensi produksi tinggi, cocok untuk kain tenun skala besar (seperti kain kemeja dan tirai). Namun metode ini terasa sedikit lebih kaku dan permeabilitasnya tidak sebaik metode suhu tinggi dan tekanan tinggi.

SAYA

II. Faktor Kunci yang Mempengaruhi Fiksasi Termal:

Suhu: Faktor terpenting. Suhu yang tidak mencukupi mencegah difusi pewarna yang efektif; suhu yang berlebihan dapat menyebabkan penguraian pewarna atau kerusakan serat.

Waktu: Fiksasi memerlukan waktu yang cukup agar pewarna dapat berdifusi sempurna. Waktu dan suhu saling terkait dan memerlukan kontrol yang tepat.

PH: Cairan pewarna harus dijaga sedikit asam (pH 4,5-5,5) untuk mencegah hidrolisis pewarna pada suhu tinggi, yang dapat menyebabkan keringanan dan perubahan warna.

Bahan pembantu: Penggunaan bahan pendispersi dan bahan perata yang tepat akan membantu memastikan dispersi pewarna yang stabil dan pewarnaan yang seragam.


Artikel Terkait

isinya kosong!

Tidak menemukan yang Anda inginkan?

Kami mencari mitra terbaik untuk berbagi rangkaian produk dan filosofi kami! Selamat menjadi mitra kami berikutnya!
Anda dapat menghubungi kami sekarang dan memberi tahu kami apa yang Anda butuhkan, dan kami akan segera membalas Anda.
Hubungi kami

LINK CEPAT

APLIKASI

hak cipta 2020 © Hangzhou Tiankun Chem Co.,Ltd 杭州天昆化工有限公司