Dilihat: 8 Penulis: Editor Situs Waktu Publikasi: 19-07-2021 Asal: Lokasi
Untuk kain dengan sedikit penyimpangan kromatik, metode berikut dapat digunakan: Ketika laju kelelahan berkurang dan sejumlah besar pewarna tertinggal dalam cairan sisa, hal ini dapat disesuaikan dengan memperpanjang waktu pencelupan atau meningkatkan suhu pencelupan. Ketika kedalaman pencelupan sedikit lebih tinggi, perbedaan warna ini juga dapat diperbaiki dengan menambahkan surfaktan ke tingkat pencelupan.
1.1 Metode perbaikan warna
Sebelum mengoreksi warna, Anda harus memiliki pemahaman penuh tentang warna kain yang diwarnai dan sifat larutan pewarna. Metode berikut dapat digunakan untuk mengubah warna:
(1) Benda yang diwarnai tidak perlu dikeluarkan dari tong pencelupan, cukup dinginkan larutan pewarna hingga 50~70℃, tambahkan pewarna untuk koreksi warna yang telah disiapkan dengan benar; lalu panaskan pewarnaannya.
(2) Kain yang telah diwarnai dikeluarkan dari mesin pencelupan, kemudian dimasukkan ke dalam mesin pencelupan lain, kemudian proses pencelupan dilakukan dengan metode pencelupan perebusan dan metode pencelupan pemandu.
1.2 Sifat pewarna koreksi warna
Direkomendasikan agar pewarna yang digunakan untuk perbaikan warna mempunyai sifat sebagai berikut:
(1) Pewarna tidak akan terpengaruh oleh surfaktan dan menjadi pencelupan yang lambat. Ketika operasi koreksi warna dilakukan, sejumlah besar surfaktan anionik yang terkandung dalam pewarna tetap berada dalam cairan pewarna, dan sejumlah kecil pewarna koreksi warna akan membentuk efek pencelupan lambat karena adanya surfaktan. Oleh karena itu, pewarna untuk perbaikan warna harus dipilih yang tidak mudah terpengaruh oleh surfaktan dan memiliki efek pewarnaan yang lambat.
(2) Pewarna stabil yang tidak mudah terpengaruh oleh hidrolisis dan dekomposisi reduktif. Pewarna untuk perbaikan warna, bila digunakan dalam perbaikan warna dengan warna yang sangat terang, pewarna mudah terhidrolisis atau terurai dengan cara reduksi. Oleh karena itu, pewarna yang tidak terpengaruh oleh faktor-faktor tersebut harus dipilih.
(3) Pewarna dengan sifat perataan yang baik. Harus memiliki kemampuan pewarnaan tingkat yang baik untuk mendapatkan efek pewarnaan tingkat.
(4) Pewarna dengan ketahanan luntur cahaya yang sangat baik. Jumlah pewarna yang digunakan untuk koreksi warna biasanya sangat sedikit. Oleh karena itu, tahan luntur sublimasi dan tahan luntur basah sangat penting, namun tidak sepenting tahan luntur cahaya. Umumnya pewarna yang digunakan dalam perbaikan warna dipilih dari pewarna yang digunakan dalam formula pewarnaan asli. Namun pewarna tersebut terkadang tidak dapat memenuhi syarat di atas. Dalam hal ini, disarankan untuk memilih pewarna berikut yang cocok untuk perbaikan warna:
CI (Indeks Pewarna): Bubarkan Kuning 46; Bubarkan Merah 06; Bubarkan Merah 146; Bubarkan Violet 25; Bubarkan Violet 23; Bubarkan Biru 56.
isinya kosong!