Dilihat: 8 Penulis: Editor Situs Waktu Publikasi: 12-03-2021 Asal: Lokasi
Pelarutan pewarna
yang larut dalam air Pewarna umumnya mengandung gen yang larut dalam air, seperti gugus asam sulfonat, gugus karboksil, dll. Pewarna ini dapat dilarutkan dalam larutan air, dan kelarutannya bergantung pada jenis pewarna, suhu, dan pH larutan pewarna. Pewarna yang larut dalam air umumnya bersifat elektrolit, dan ionisasi terjadi dalam larutan. Menurut jenis ion pigmen yang dihasilkan setelah ionisasi, mereka dibagi menjadi pewarna anionik dan pewarna kationik. Pewarna anionik termasuk pewarna langsung, pewarna reaktif, pewarna asam, dll., yang menghasilkan anion pewarna setelah ionisasi.
Dispersi pewarna
Pewarna dispersi dan pewarna tong merupakan pewarna yang sukar larut, dan kelarutannya dalam air sangat kecil. Selama pewarnaan, pewarna terutama ada dalam keadaan terdispersi dalam air, yaitu partikel pewarna diserap dengan ujung hidrofobik pendispersi melalui aksi pendispersi (surfaktan). Andalkan gugus hidrofilik pendispersi untuk terdispersi dalam larutan untuk membentuk suspensi yang stabil.
Dalam cairan pewarna, sebagian pewarna tersuspensi dalam cairan pewarna dalam bentuk kristal halus, sebagian pewarna dilarutkan dalam misel pendispersi, dan sebagian kecil pewarna dalam keadaan terlarut. Ketiga negara bagian ini memelihara hubungan keseimbangan dinamis tertentu. Saat mewarnai pewarna tong dan pewarna dispersi, stabilitas dispersi cairan pewarna harus dipastikan. Jika stabilitas dispersi cairan pewarna menurun, partikel pewarna mudah mengendap, dan mudah membentuk pelindung pewarna pada permukaan kain.
Agregasi pewarna
Dalam larutan pewarna, tidak hanya terdapat gaya (afinitas) antara pewarna dan serat, tetapi juga terdapat gaya antara ion pewarna atau antara ion pewarna dengan molekul pewarna, yang menyebabkan ion pewarna atau molekul pewarna berkumpul dalam derajat yang berbeda-beda membentuk agregasi pewarna. Badan, sehingga kestabilan larutan pewarna menurun. Kecenderungan agregasi pewarna berhubungan dengan struktur molekul pewarna, suhu larutan pewarna, konsentrasi elektrolit, konsentrasi pewarna dan faktor lainnya.
Terdapat keseimbangan dinamis antara ion pewarna, molekul pewarna dan agregatnya dalam cairan pewarna, yaitu keseimbangan dinamis agregasi dan depolimerisasi. Selama pewarnaan, pewarnaan pewarna pada serat dilakukan dalam keadaan molekul atau ion tunggal. Ketika molekul pewarna dalam larutan pewarna terus mewarnai serat, konsentrasi pewarna dalam molekul tunggal atau keadaan ion dalam larutan pewarna secara bertahap menurun, dan agregat pewarna terus terurai. Kumpulkan hingga pewarnaan mencapai keseimbangan.
isinya kosong!