Dilihat: 109 Penulis: Editor Situs Waktu Publikasi: 12-03-2024 Asal: Lokasi

Pewarna langsung memiliki ketahanan dan stabilitas panas yang relatif baik. Pewarna langsung dapat dilarutkan dalam soda ash dan air lunak. Saat melarutkan, pertama-tama kita gunakan air lunak dingin untuk membuat pewarna menjadi bubur, lalu rebus air lunak tersebut hingga aduk dan larut, lalu encerkan dengan air panas. Setelah dingin, tambahkan air hingga volume cairan yang ditentukan.
Pewarna jenis ini tidak tahan panas dan mudah terhidrolisis pada suhu tinggi. Dianjurkan untuk menggunakan air lunak dingin untuk membuat bubur, kemudian gunakan air lunak dengan suhu yang sesuai untuk melarutkan pewarna sesuai dengan stabilitas hidrolisis pewarna yang berbeda, panaskan air lunak untuk mengencerkan, dan setelah dingin, tambahkan air lunak ke volume cairan yang ditentukan.
Tipe suhu rendah (tipe X): gunakan air dingin atau air hangat 30-35℃ (pada dasarnya sudah dihilangkan)
Tipe suhu tinggi (tipe K, tipe HE, dll.): gunakan air panas 70-80℃
Tipe suhu sedang (tipe KN, M): gunakan air panas 60-70℃
Kelarutan rendah: gunakan air panas 90 ℃
Proses pelarutan zat warna tong merupakan proses reaksi reduksi. Saat melarutkan, suhu pelarutan harus ditentukan sesuai dengan kondisi pereduksi zat pereduksi yang digunakan. Misalnya, zat pereduksi yang umum digunakan untuk pewarna tong adalah bubuk asuransi. Suhu penggunaan optimal dalam larutan adalah 60°C. Suhu yang berlebihan akan menyebabkan sejumlah besar bubuk asuransi terurai.
(1) Metode mandi keseluruhan:
Masukkan pewarna ke dalam wadah pewarna, tambahkan minyak merah dan sedikit air lembut hangat, lalu aduk hingga rata. Kemudian tambahkan soda kaustik dan bubuk asuransi sesuai jumlah yang ditentukan, tambahkan air lembut hingga volume bak mandi yang diperlukan, dan kembalikan pada suhu 55°C.
(2) Metode silinder kering:
Masukkan pewarna ke dalam wadah pewarna, tambahkan minyak merah dan sedikit air lembut hangat, lalu aduk hingga rata. Kemudian tambahkan dua pertiga jumlah soda kaustik dan bubuk asuransi, sehingga jumlah larutan pewarna menjadi sepertiga dari jumlah total. Suhu pelarutan harus ditentukan sesuai dengan kondisi pereduksi zat pereduksi yang digunakan. Tambahkan sisa soda api dan bubuk asuransi ke dalam cangkir pewarna, dan tambahkan air lembut hingga volume bak mandi yang diperlukan.
Timbang secara akurat jumlah pewarna yang diperlukan ke dalam gelas kimia, campurkan ke dalam bubur dengan air lunak dingin, lalu tambahkan larutan pewarna natrium sulfida yang telah dilarutkan sebelumnya dan didihkan selama 10 menit. Panaskan air lunak dan encerkan. Setelah dingin, tambahkan air lunak hingga volume cairan yang ditentukan.
Jika suhunya terlalu tinggi, pewarna dispersi cenderung mengkristal dan mengendap. Saat melarutkan, disarankan menggunakan air lunak dingin untuk mencampurkan bubur terlebih dahulu, kemudian menggunakan bahan hidrasi lembut dingin di bawah 40℃, dan menambahkan air lunak hingga volume cairan yang ditentukan.
Pewarna asam memiliki ketahanan dan stabilitas panas yang relatif baik. Saat melarutkan pewarna asam, pertama-tama gunakan air lunak dingin untuk membuat pewarna menjadi bubur, kemudian rebus air lunak dan aduk hingga larut, panaskan air lunak hingga encer, dan setelah dingin, tambahkan air lunak hingga volume cairan yang ditentukan.
Pewarna kationik memiliki ketahanan dan stabilitas panas yang relatif baik. Saat melarutkan, pertama-tama gunakan asam asetat pekat (pelarut) untuk membuat pewarna menjadi bubur, kemudian rebus air lunak dan aduk hingga larut, encerkan dengan air panas, dan setelah dingin, tambahkan air lunak hingga volume cairan yang ditentukan.
Jika Anda ingin mengetahui lebih banyak tentang solusi pewarnaan, silakan hubungi: info@tiankunchemical.com