Dilihat: 51 Penulis: Editor Situs Waktu Publikasi: 02-03-2021 Asal: Lokasi
Di masa depan, proses pewarnaan akan didasarkan pada rantai produksi dan pemrosesan yang lebih aman dan lengkap. Bahan serat, pewarna dan bahan kimia ramah lingkungan dan tidak menimbulkan efek berbahaya bagi tubuh manusia dan lingkungan; produksi dan pengolahannya aman dan ekologis, serta tidak merusak sumber daya dan mencemari lingkungan; efisien dan sangat otomatis, produknya aman, sehat, dan multifungsi, dan seluruh rantai produksi diawasi secara ketat. Untuk membangun rantai pemrosesan pewarnaan yang bersih, perlu adanya kerja sama dari seluruh proses bahan baku, desain produk, pemrosesan dan aplikasi untuk membangun sistem produksi pewarnaan yang bersih.

Dengan pesatnya perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi, akan semakin banyak bermunculan serat-serat baru, khususnya berbagai bahan tekstil komposit serat. Organisasi dan struktur tekstil akan menjadi semakin kompleks, dan kinerja yang dibutuhkan akan semakin baru. Pengolahannya, termasuk pewarnaan, akan semakin rumit. Saat ini terdapat 5-6 jenis serat kain tekstil di luar negeri. Ke depan, jenis serat yang terkandung dalam produk tekstil di negara kita juga akan semakin meningkat. Jenis pewarna dan bahan kimia yang kompatibel dengan hal ini juga akan meningkat. Oleh karena itu, proses pencelupan dan metode pencelupan juga akan berkembang pesat, dan pada saat yang sama teori pencelupan akan terus dipelajari. Beberapa teknologi pewarnaan baru yang sedang dikembangkan secara bertahap akan matang dan diterapkan. Misalnya, pencelupan proses singkat dengan efisiensi tinggi, fiksasi berkas elektron dan radiasi ultraviolet, pencetakan ink-jet serta pencetakan dan pencelupan fase elektronik, dll., teknologi pencelupan yang lebih baru akan terus bermunculan.
Saat ini, air masih menjadi media yang sangat diperlukan untuk pewarnaan, semakin banyak air yang digunakan dan semakin banyak limbah yang dibuang. Pewarnaan hemat air, termasuk pewarnaan dengan rasio rendaman kecil dan laju pembawaan cairan yang rendah, akan terus dikembangkan. Selain itu, larutan berair yang diproses oleh air daur ulang dimurnikan agar airnya dapat digunakan kembali. Pengembangan pewarnaan non-air akan mendapat perhatian lebih. Pewarnaan cairan CO2 superkritis yang saat ini dipelajari, meskipun tidak realistis untuk sepenuhnya menggantikan air sebagai media pewarnaan, namun diharapkan dapat diterapkan pada beberapa garis kromosom khusus. Media pencelupan non-air lainnya, yaitu cairan ionik, juga dapat dikembangkan sebagai media pencelupan. Karena tidak memiliki tekanan uap, pencelupan di bawah tekanan normal, peralatan pencelupan sederhana, dan dengan menyesuaikan komposisi hidrofobik cairan ionik, dapat digunakan sebagai variasi Media pencelupan pewarna. Eksperimen kami telah membuktikan bahwa tidak hanya pewarna langsung, asam, reaktif, dan pewarna plasma yang memiliki kelarutan dan serapan pewarna yang baik, pewarna non-ionik, seperti pewarna dispersi , juga memiliki serapan pewarna yang baik, sehingga merupakan media pewarnaan yang lebih baik. Masalah umum dalam pewarnaan media non-air adalah meningkatkan laju daur ulang media tersebut dan mengurangi biaya. Selain itu, beberapa media pewarnaan non-air baru akan dikembangkan.

Masa depan adalah era jaringan yang sangat terinformasi, yang juga akan tercermin proses pewarnaan . Untuk beradaptasi dengan respon yang efisien dan cepat, berbagai metode komunikasi akan dibangun, mulai dari permintaan pasar, pasokan bahan baku, desain produk, pengiriman pesanan, analisis informasi teknis hingga koneksi dan pengelolaan berbagai proses produksi, dll. akan dibangun di jaringan informasi. Di masa depan, pewarnaan juga dilakukan secara otomatis. Untuk mengurangi tenaga kerja dan meningkatkan efisiensi dan kualitas pemrosesan, semua pemrosesan dilakukan di bawah kendali peralatan otomatis, yang akan sangat meningkatkan lingkungan produksi dan bengkel produksi tak berawak akan menjadi semakin umum.
Komposisi dan struktur berbagai zat di alam merupakan konfigurasi yang paling masuk akal, dan efisiensi fungsinya paling tinggi, termasuk warna yang dihasilkan oleh berbagai benda. Warna benda-benda alam, terutama makhluk hidup, kaya dan berwarna-warni, dan ada banyak cara untuk menghasilkan warna. Mereka secara kasar dapat dibagi menjadi dua kategori: pewarnaan pigmen dan pewarnaan struktural. Pigmen tidak hanya berbeda strukturnya, tetapi juga memiliki fungsi khusus. Misalnya, meskipun klorofil berwarna hijau, namun fungsinya pada tumbuhan terutama adalah fotosintesis, yaitu mengubah energi cahaya menjadi energi listrik, energi kimia, dan energi biologis. Warna struktur dihasilkan oleh hamburan, interferensi, dan difraksi cahaya. Warna indah beberapa hewan, seperti kupu-kupu, erat kaitannya dengan warna strukturnya. Warna pada banyak benda merupakan kombinasi warna pigmen dan warna struktur. dari. Saat ini, terdapat serat dan film berwarna dengan warna struktural. Ini adalah cara mewarnai tanpa bahan kimia dan polusi. Banyak tekstil khusus dengan warna struktural akan mendapat perhatian. Selain itu, akan semakin banyak produk pewarna bionik baru. Tekstil berwarna bionik akan multifungsi. Produk ini tidak hanya memiliki warna yang indah, tetapi juga memiliki fungsi konversi antibakteri, pelembab, anti ultraviolet, dan panas ringan. Oleh karena itu, pewarna yang digunakan tidak hanya dapat menghasilkan warna, tetapi juga mempunyai sifat fungsional lainnya. Di masa depan, penerapan beberapa pewarna fungsional dan baru akan meningkat pewarna fungsional dan bahan kimia akan dikembangkan.Pewarnaan tradisional dan kuno, seiring dengan perkembangan teknologi modern dan peningkatan kualitas hidup masyarakat, akan tetap awet muda dan maju.Menjadi teknologi pemrosesan yang sangat diperlukan bagi umat manusia.