Dilihat: 64 Penulis: Editor Situs Waktu Publikasi: 24-03-2021 Asal: Lokasi
Warna membuat hidup kita tampak indah, menambah warna dalam hidup kita, dan menjadikan dunia kita tidak lagi monoton.
Mewarnai kain merupakan suatu kegiatan teknis, perubahan warnanya tidak ada habisnya, dan warna berbagai jenis pewarna juga berbeda-beda. Secara umum pewarnaan kain terbagi menjadi 5 macam.
Kain warna natural adalah kain yang belum mengalami perlakuan pewarnaan apapun. Beberapa serat secara alami mempunyai warna, seperti katun berwarna, linen, sisal, dll. Syarat dari kain khusus tersebut adalah langsung difinishing menjadi kain yang dapat langsung dipotong tanpa diwarnai.

Karena akan terdapat sisa kapas pada kain katun alami atau kain katun yang digunakan untuk pakaian kelas atas relatif tinggi, maka perlu dilakukan pemutihan pada kain katun untuk membilas kapas dan membuat warna kain katun lebih seragam.
Pemutihan yang disebutkan pada tekstil bukanlah pemutihan seperti bahan pemutih yang digunakan di rumah. Sebaliknya, ini mengacu pada serangkaian proses yang rumit. Kain tenun katun dihanguskan untuk menghilangkan bulu berlebih pada permukaan kain, kemudian bubur pada kain dicuci, digosok untuk menghilangkan kotoran, dan terakhir diputihkan.
Tentunya Anda juga bisa langsung memutihkan benang lalu menenun kainnya, agar kain tenunnya lebih halus, dan kain hanya perlu perawatan desizing setelah ditenun.
Setelah kain ditenun, kain tersebut dilepaskan dari alat tenun, dan setelah diperiksa, kain tersebut dapat dikirim ke pabrik pencelupan untuk diwarnai.
Sepotong kain hanya dapat diwarnai dengan satu warna, dan setiap warna berasal dari tiga warna primer, sehingga terkadang kita dapat melihat bahwa setelah pakaian berwarna hitam dicuci, airnya berwarna merah, dan ada pula yang berwarna biru.

Warna kain bagian depan dan belakang yang diwarnai sama. Kalau kain tenun polos, tidak hanya warnanya tapi teksturnya juga sama. Tidak ada perbedaan antara bagian depan dan belakang.
Jika kainnya hanya monokromatik kita akan merasa sangat monoton, akankah terlihat lebih bagus jika ada bunganya?
Jadi kami telah mencetak kain, pewarna kain yang berbeda berbeda, dan metode pencetakannya juga berbeda secara alami. Pewarna reaktif dapat digunakan untuk kain katun, pewarna dispersi digunakan untuk kain poliester (poliester), pencetakan pigmen dapat digunakan pada banyak kain, dan sebagainya.
Dalam dua tahun terakhir, digital printing lahir karena perkembangan teknologi. Metode pencetakan ini lebih indah dan hidup, serta dapat mencetak dan mewarnai foto, yang sangat disukai konsumen.
Pewarna yang berbeda memiliki karakteristik yang berbeda-beda, jadi perhatikan perbedaannya saat mencuci, untuk menghindari kerusakan pada cetakan akibat cara pencucian yang tidak tepat.
Kain yang diwarnai dengan benang ditenun setelah benang diwarnai. Cara menenun ini juga ramah lingkungan dan tidak mudah luntur.
Kain yang diwarnai dan ditenun dengan benang umumnya bermotif garis-garis, dan juga dapat diselingi dengan beberapa perubahan organisasi untuk membuat kain potong yang diwarnai dengan benang, kain jacquard yang diwarnai dengan benang, dll., yang menambah keindahan pada kain yang diwarnai dengan benang dan menjadikan pola garis-garis tersebut tidak lagi tunggal.
Kain yang diwarnai dengan benang dipintal menjadi benang dengan serat yang diwarnai dan kemudian ditenun. Benang tersebut memiliki lebih dari satu warna dan memiliki corak khusus. Namun cara pewarnaan ini membutuhkan waktu yang lama dan biaya yang lebih mahal.
Dalam dua tahun terakhir, corak kain tenun warna ini semakin digemari masyarakat. Banyak pakaian olah raga dan rekreasi yang menggunakan bahan seperti itu, tidak mudah luntur saat dicuci, dan lebih nyaman untuk dirawat.