Pakar industri zat warna

ITMA AISA 2024
Rumah » Informasi » Ensiklopedia Industri » Apa sifat-sifat pewarna reaktif

Apa saja sifat-sifat zat warna reaktif

Dilihat: 12     Penulis: Editor Situs Waktu Publikasi: 05-11-2021 Asal: Lokasi

Menanyakan

tombol berbagi facebook
tombol berbagi twitter
tombol berbagi baris
tombol berbagi WeChat
tombol berbagi tertaut
tombol berbagi pinterest
tombol berbagi whatsapp
bagikan tombol berbagi ini

1. Kelarutan

 

Pewarna reaktif berkualitas tinggi memiliki kelarutan air yang baik dalam aplikasi komersial. Kelarutan dan konsentrasi larutan pewarna berhubungan dengan rasio rendaman yang dipilih, jumlah elektrolit yang ditambahkan, suhu pewarnaan dan jumlah urea, serta faktor lainnya. Pewarna reaktif yang digunakan dalam pencetakan atau pencelupan pad harus dipilih dari varietas dengan kelarutan sekitar 100 g/L, dan pewarna harus benar-benar larut, bebas dari kekeruhan, dan tidak ada bercak warna. Air panas dapat mempercepat pelarutan, urea mempunyai efek melarutkan, dan elektrolit seperti garam dan natrium sulfat akan mengurangi kelarutan pewarna. Agen alkali tidak boleh ditambahkan bersamaan dengan pembubaran pewarna reaktif untuk mencegah pewarna terhidrolisis.

 

2. Difusi

 

Difusi mengacu pada kemampuan pewarna untuk berpindah ke dalam serat, dan difusi molekul pewarna dengan suhu. Pewarna dengan koefisien difusi yang besar memiliki laju reaksi dan efisiensi fiksasi yang tinggi, serta tingkat pencelupan dan pencelupan penetrasi yang baik. Kinerja difusi bergantung pada struktur dan ukuran pewarna. Semakin besar molekulnya, semakin sulit untuk berdifusi. Pewarna dengan afinitas tinggi terhadap serat sangat teradsorpsi oleh serat, dan difusi sulit dilakukan. Biasanya suhu dinaikkan untuk mempercepat difusi pewarna. Ketika elektrolit ditambahkan ke larutan pewarna, koefisien difusi pewarna menurun.

 

3. Keterusterangan

 

Keterusterangan mengacu pada kemampuan pewarna reaktif untuk diserap oleh serat dalam cairan pewarna. Pewarna reaktif dengan kelarutan tinggi cenderung memiliki kelurusan rendah, dan varietas dengan kelurusan rendah harus digunakan untuk pencelupan dan pencetakan bantalan kontinyu. Untuk peralatan pencelupan dengan perbandingan cairan yang besar, seperti pencelupan potongan tali dan pencelupan gulungan, sebaiknya digunakan pewarna dengan kelurusan tinggi. Dalam metode pencelupan roll-coil (cold pad-batch), larutan pewarna dipindahkan ke serat melalui bantalan. Pencelupan rata juga mudah diperoleh dengan pewarna dengan directivity lebih rendah, dengan perbedaan warna lebih sedikit antara bagian depan dan belakang, dan pewarna terhidrolisis mudah dicuci.

 

4. Respon aktif

 

Reaktivitas pewarna reaktif biasanya mengacu pada kemampuan pewarna untuk bereaksi dengan gugus hidroksil selulosa. Pewarna dengan reaktivitas kuat dapat difiksasi pada kondisi suhu kamar dan alkali lemah. Namun, stabilitas pewarna dalam reaksi relatif buruk dan mudah kehilangan kemampuan pewarnaan melalui hidrolisis. Pewarna dengan reaktivitas lemah perlu diikat ke selulosa pada kondisi suhu yang relatif tinggi, atau menggunakan bahan alkali kuat untuk mengaktifkan gugus hidroksil pada benang serat guna mendorong reaksi dan fiksasi pewarna pada serat.


Artikel Terkait

isinya kosong!

Tidak menemukan yang Anda inginkan?

Kami mencari mitra terbaik untuk berbagi rangkaian produk dan filosofi kami! Selamat menjadi mitra kami berikutnya!
Anda dapat menghubungi kami sekarang dan memberi tahu kami apa yang Anda butuhkan, dan kami akan segera membalas Anda.
Hubungi kami

LINK CEPAT

APLIKASI

hak cipta 2020 © Hangzhou Tiankun Chem Co.,Ltd 杭州天昆化工有限公司