Dilihat: 12 Penulis: Editor Situs Waktu Publikasi: 05-11-2021 Asal: Lokasi
1. Kelarutan
Pewarna reaktif berkualitas tinggi memiliki kelarutan air yang baik dalam aplikasi komersial. Kelarutan dan konsentrasi larutan pewarna berhubungan dengan rasio rendaman yang dipilih, jumlah elektrolit yang ditambahkan, suhu pewarnaan dan jumlah urea, serta faktor lainnya. Pewarna reaktif yang digunakan dalam pencetakan atau pencelupan pad harus dipilih dari varietas dengan kelarutan sekitar 100 g/L, dan pewarna harus benar-benar larut, bebas dari kekeruhan, dan tidak ada bercak warna. Air panas dapat mempercepat pelarutan, urea mempunyai efek melarutkan, dan elektrolit seperti garam dan natrium sulfat akan mengurangi kelarutan pewarna. Agen alkali tidak boleh ditambahkan bersamaan dengan pembubaran pewarna reaktif untuk mencegah pewarna terhidrolisis.
2. Difusi
Difusi mengacu pada kemampuan pewarna untuk berpindah ke dalam serat, dan difusi molekul pewarna dengan suhu. Pewarna dengan koefisien difusi yang besar memiliki laju reaksi dan efisiensi fiksasi yang tinggi, serta tingkat pencelupan dan pencelupan penetrasi yang baik. Kinerja difusi bergantung pada struktur dan ukuran pewarna. Semakin besar molekulnya, semakin sulit untuk berdifusi. Pewarna dengan afinitas tinggi terhadap serat sangat teradsorpsi oleh serat, dan difusi sulit dilakukan. Biasanya suhu dinaikkan untuk mempercepat difusi pewarna. Ketika elektrolit ditambahkan ke larutan pewarna, koefisien difusi pewarna menurun.
3. Keterusterangan
Keterusterangan mengacu pada kemampuan pewarna reaktif untuk diserap oleh serat dalam cairan pewarna. Pewarna reaktif dengan kelarutan tinggi cenderung memiliki kelurusan rendah, dan varietas dengan kelurusan rendah harus digunakan untuk pencelupan dan pencetakan bantalan kontinyu. Untuk peralatan pencelupan dengan perbandingan cairan yang besar, seperti pencelupan potongan tali dan pencelupan gulungan, sebaiknya digunakan pewarna dengan kelurusan tinggi. Dalam metode pencelupan roll-coil (cold pad-batch), larutan pewarna dipindahkan ke serat melalui bantalan. Pencelupan rata juga mudah diperoleh dengan pewarna dengan directivity lebih rendah, dengan perbedaan warna lebih sedikit antara bagian depan dan belakang, dan pewarna terhidrolisis mudah dicuci.
4. Respon aktif
Reaktivitas pewarna reaktif biasanya mengacu pada kemampuan pewarna untuk bereaksi dengan gugus hidroksil selulosa. Pewarna dengan reaktivitas kuat dapat difiksasi pada kondisi suhu kamar dan alkali lemah. Namun, stabilitas pewarna dalam reaksi relatif buruk dan mudah kehilangan kemampuan pewarnaan melalui hidrolisis. Pewarna dengan reaktivitas lemah perlu diikat ke selulosa pada kondisi suhu yang relatif tinggi, atau menggunakan bahan alkali kuat untuk mengaktifkan gugus hidroksil pada benang serat guna mendorong reaksi dan fiksasi pewarna pada serat.
isinya kosong!