Dilihat: 13 Penulis: Editor Situs Waktu Publikasi: 08-06-2021 Asal: Lokasi
1. Prinsip pencocokan warna
Dalam produksi sehari-hari, varietasnya semakin banyak warna tekstil . Banyak warna yang tidak bisa dicelup dengan satu pewarna. Mereka harus diselesaikan dengan pencocokan warna. Dalam proses pencocokan warna tertentu, ketiga warna merah, kuning, dan biru sering disebut sebagai tiga warna primer atau warna dasar. Dengan jumlah yang berbeda dari tiga warna primer, corak cahaya yang berbeda dapat dihasilkan. Setelah dua warna primer bercampur, maka warna yang dihasilkan disebut warna sekunder. Warna yang dibentuk oleh warna sekunder disebut warna tersier.
Pencocokan warna adalah pekerjaan yang rumit dan teliti. Untuk mencegah perbedaan warna yang jelas, prinsip-prinsip berikut harus dikuasai saat mencocokkan warna:
1. Pewarna yang digunakan untuk pencocokan warna harus dari jenis yang sama, dan semakin sedikit jenis warna pewarna, semakin baik. Lebih mudah menggunakan metode yang sama untuk mewarnai, jika tidak maka akan mudah untuk mewarnai bunga.
2. itu sifat pewarnaan dari pewarna yang digunakan untuk pencocokan warna harus serupa, seperti suhu pencelupan, afinitas, kinerja difusi, tahan luntur, dll., jika tidak maka akan ada cacat pada corak yang berbeda
3. Konsentrasi setiap pewarna yang digunakan untuk pencocokan warna harus konsisten, jika tidak, warna asli tidak dapat diperoleh.
4. Bila menggunakan pencocokan warna, jenis pewarna harus sesedikit mungkin. Dua macam pewarna dapat digunakan untuk pencocokan warna, dan tiga jenis pewarna tidak boleh digunakan untuk pencocokan warna, agar dapat mengontrol rona dan mudah diwarnai. Misal: kalau hitam bisa dibilang biru, jangan pakai warna merah, kuning, dan biru.
5. Saat mencocokkan warna, tiga warna primer dalam jumlah yang sama dicampur menjadi hitam.
isinya kosong!