Dilihat: 11 Penulis: Editor Situs Waktu Publikasi: 08-03-2021 Asal: Lokasi
1. Pilih bahan baku yang sesuai.
Ambil contoh benang bulu nilon. Bahan bakunya harus dibuat dari keping nilon impor untuk mencegah terjadinya penyimpangan warna.
2. Perawatan suhu konstan.
Bahan baku benang Lun Feather harus diolah dengan uap pada suhu konstan, jika tidak maka akan menggulung dan diwarnai.
3. Ganti pisau pemotong tepat waktu.
Jika pisau tidak diganti tepat waktu, rambut rontok parah akan terjadi.
4. Pemeriksaan produk jadi.
Benang bulu yang dikeluarkan dari mesin akan memiliki benang bebas wol dan benang berminyak, yang harus diperiksa oleh seseorang untuk memilih benang yang rusak.
5. Kocok.
Gulungan pengocok harus menggunakan gulungan otomatis berskala besar untuk menghasilkan pola yang besar, dan panjang bingkai harus panjang untuk mempersiapkan penuangan wol selanjutnya, jika tidak wol tidak akan dituangkan dan kerugiannya akan serius. Gulungan harus kurang dari 0,25kg, jika tidak nilon akan habis.
6. Kontrol pewarnaan.
①Karena kecepatan pencelupan bahan baku nilon cepat, tidak mudah untuk mewarnai secara seragam, mudah diwarnai, dan warnanya berbeda-beda. Oleh karena itu, pada saat pewarnaan dan finishing, suhu harus dinaikkan secara perlahan dan ditambahkan bahan pewarna. Batch bahan baku nilon yang berbeda tidak dapat dicampur dan akan terjadi pewarnaan yang tidak merata.
②Benang bulu yang diwarnai tidak dapat dikeringkan dengan mesin pemanggang. Jika dikeringkan akan timbul masalah seperti rambut rontok, perbedaan warna, dan rasa tangan yang tidak enak.
③Gunakan pelembut untuk memastikan rasa nyaman di tangan.
isinya kosong!