Dilihat: 81 Penulis: Editor Situs Waktu Publikasi: 24-05-2021 Asal: Lokasi
Alasan mengapa kita dapat melihat semua jenis warna dalam hidup kita adalah karena kita menggunakan beberapa warna pewarna pelarut untuk pewarnaan, baik itu pakaian yang kita kenakan, kebutuhan sehari-hari yang dicat cerah atau bangunan dengan berbagai corak, kita perlu menggunakan banyak pewarna pelarut untuk pewarnaan. Dapat dikatakan bahwa kita tidak dapat hidup tanpa pewarna pelarut. Faktanya, pewarna pelarut juga dibedakan menjadi pewarna pelarut organik dan pewarna pelarut anorganik. Sifat dan karakteristik masing-masing pewarna pelarut tidak sama, dan ruang lingkup penggunaannya juga berbeda. Selanjutnya mari kita pahami perbedaan pewarna pelarut organik dan pewarna pelarut anorganik.

Mari kita lihat dulu perbedaan komposisi kimia antara organik pewarna pelarut dan pewarna pelarut anorganik. Pewarna pelarut organik umumnya merupakan bahan molekul organik buatan manusia, seperti monoazo, bisazo, dan danau. Pewarna pelarut anorganik umumnya merupakan oksida dari beberapa logam non-ferrous atau garam logam yang tidak larut dalam air. Sifatnya umum. Misalnya saja pigmen mineral alami yang merupakan pewarna pelarut yang dapat diperoleh langsung dari alam. Kita sering kali perlu menggunakannya. Banyak dari isi ulang pena tinta menggunakan pewarna pelarut anorganik ini. Dalam hal kinerja spesifik, kinerja pewarna pelarut organik umumnya lebih baik dibandingkan dengan pewarna pelarut anorganik. Hal ini karena pewarna pelarut organik memiliki warna yang lebih melimpah dan jenis yang lebih lengkap, dan karena pewarna pelarut dibuat secara manual, banyak perbandingan Warna halus dan halus dapat dikonfigurasikan oleh manusia. Pewarna pelarut organik memiliki kemampuan pewarnaan yang kuat dan memiliki efek adhesi yang baik di bawah cahaya yang kuat dan suhu tinggi, namun demikian, pewarna pelarut organik lebih mahal. Pewarna pelarut anorganik memiliki ketahanan panas dan cahaya yang baik, serta daya sembunyi yang kuat, tetapi kromatogramnya tidak terlalu lengkap, dan daya pewarnaannya relatif buruk. Beberapa garam logam bahkan berbahaya bagi tubuh manusia, sehingga pada umumnya bersifat organik pewarna pelarut lebih baik.