Dilihat: 57 Penulis: Editor Situs Waktu Publikasi: 30-04-2021 Asal: Lokasi
Kapan molekul pewarna menyerap energi foton, hal ini akan menyebabkan elektron valensi terluar molekul tersebut bertransisi dari keadaan dasar ke keadaan tereksitasi. Menurut struktur yang berbeda, molekul pewarna dapat memiliki proses eksitasi yang berbeda di bawah pengaruh gelombang cahaya dengan panjang gelombang yang berbeda, termasuk π→π*, n→π*, CT (transfer muatan), S→S (keadaan tunggal), S→T ( Keadaan triplet), keadaan dasar→keadaan tereksitasi pertama dan keadaan dasar→keadaan tereksitasi kedua, dll. Keadaan dasar keadaan singlet ditulis sebagai S0, dan keadaan singlet tereksitasi pertama dan kedua ditulis sebagai S1 dan S2. Status tiga baris yang sesuai ditunjukkan oleh T0, T1, dan T2.

Dalam proses intensifikasi, molekul pewarna tereksitasi menjadi keadaan tereksitasi elektronik dengan berbagai tingkat energi yang berosilasi. Tingkat energinya yang berosilasi akan turun dengan cepat, mengubah energi menjadi panas dan menghilang. Proses penurunan tingkat energi ini disebut pasivasi osilasi. Dalam proses pasivasi osilasi, keadaan tereksitasi S2 dengan tingkat energi osilasi yang rendah juga akan diubah menjadi keadaan tereksitasi S1 dengan tingkat energi osilasi yang lebih tinggi, dan pasivasi osilasi akan terus berlanjut. Dengan cara ini, keadaan tereksitasi S2 dengan tingkat energi yang lebih tinggi dengan cepat diubah menjadi keadaan tereksitasi S1 dengan tingkat energi osilasi terendah. Transformasi antara keadaan energi elektronik S2 dan S1 pada kondisi perpotongan energi yang sama tidak mencakup perubahan multiplisitas spin elektron, yang disebut transformasi internal. Juga akan terjadi transisi antara keadaan singlet dan triplet, dari keadaan tereksitasi S1 ke T1. Transformasi keadaan energi elektron seperti ini pada kondisi perpotongan energi yang sama dengan multiplisitas spin elektron disebut persilangan antar sistem. Karena hukum pemilihan spin elektron yang 'dilarang', kecepatan persilangan antarsistem umumnya relatif rendah.

1. Panjang gelombang sumber cahaya dan cahaya yang bersinar;
2. Faktor lingkungan;
3. Sifat kimia dan struktur susunan serat;
4. Kekuatan ikatan antara pewarna dan serat;
5. Struktur kimia pewarna;
6. Konsentrasi pewarna dan keadaan agregasi;
7. Pengaruh keringat buatan terhadap pemudaran pewarna;
8. Pengaruh bahan aditif.